Basuni azis, itu nama saya. Gak tau kenapa dikasih nama itu. Entah dinisbatkan dengan siapa atau terinspirasi dengan apa. Entarlah yah, saya tanyain ke emak. Lupa mulu soalnya.
Sebenernya bukannya lupa mau nanya, tapi nganu. Sayanya rada gimana gitu, masalahnya saya pernah dibilang kepo sama emak. Kan gak enak banget dengernya. You know lah mother2 jaman now.
Saya lahir tanggal 8 Desember 1987. Tanggal ini sama dengan ditembak matinya john lennon pada 1980. Tapi bukan berarti saya reinkarnasi john lenon. Terus apa hubungannya? Ya gak ada, cuma buat "ensiklopedia" aja. (bener gak itu tulisannya?).
Saya nomor urut 4 dari 5 bersaudara, bisa dibilang bontot gagal. Kakak yang pertama perempuan, yang kedua laki2, ke tiga perempuan, ke empat laki2 (saya) dan ke lima perempuan. Jadi selang-seling gitu. Emang paling gak enak jadi adik, apa-apa bekas kakak. Udahlah jangan dibahas warisan bekasnya. Naas pokoknya.
Ayah saya pedagang kaki lima, pedagang musiman. kadang buah, kadang sayur, kadang ikan dan kadang pakaian.
"dua seringgit, betul betul betul".
Ibu. kalau ibu sih, menteri dalam negeri bisa juga menteri keuangan, dll. Rangkap jabatan.
Sewaktu kecil saya tinggal di pinggiran kali cisadane tangerang. Enggak lama sih, soalnya kena gusuran untuk pembuatan jalan dan pembangunan. Waktu itu kondisinya rumah masih ngontrak, jadi woles tinggal nyari rumah kontrakan lagi.
Saya buruh pabrik tadinya, sampai sekarang juga sih masih :D.
Soalnya gak kebayang kalo jadi duta shampo yang lain. Hahaha, upss.
Sehubungan dimutasi kerja saya oleh perusahaan. Maka pindah juga tempat tinggal. Dari kabupaten tangerang menuju kabupaten serang. Gak jauh lah yah, masih perbatasan. Jadi masih bisa sepekan sekali berkunjung kerumah orangtua.
Hal yang paling berkesan selagi masih kecil yaitu khitan. Ini perasaan bercampur antara keberanian dan kegalauan. Berani karena saya harus menjaga maruah seorang laki-laki, dan itu prinsip. Galau, karena sudah melihat teman-teman yang dikhitan sebelumnya menangis dan menjerit histeris, Beddarraahh bro.
Waktu itu khitan massal se-RW. jadi ada donatur yang berkenan membiayai semuanya (semoga Allah memasukkannya dalam Syurga).
Maju mundur, maju mundur. Kalau maju, dokter dah siap-siap jagal. Mundur, bisa diketawain sama teman-teman. Dan menjadi bahan bullyan sepanjang masa.
"Azis yang mana?"
" itu loh yang waktu dulu gak jadi sunat gara-gara takut!!!"
waduuuhh, enggak enggak. Saya tak mau dilabeli seperti itu. Akhirnya maju tak gentar. Dan baca "bismillahirrahmanirrohiim...."
-sekian-
Oleh : Basuni Azis
Nb: mohon maaf bila ada kata-kata kurang berkenan.

0 komentar:
Posting Komentar