Mohon maaf juga sebelumnya jika kurang berkenan didalam hati. Harus diberi tahu dari sekarang supaya tidak ada kekecewaan setelah selesai membaca. Kalau masih ngotot ingin membaca dipersilahkan, kalau tidak ya sudahlah….
Boleh dibilang ini cerpen acak kadut alias kagak jelas juntrungannya. Upss tapi tenang sob, selalu ada hikmah di setiap cerita.
Oh iya hampir lupa. Satu hal lagi, judul yang sebenarnya bukanlah yang diatas akan tetapi “NASYID ISLAM ANAK TEKNIK”. the NIAT,, hmmpt jreng-jreng cikiciuuuww wkwkwkwk
(+) INI KAPAN CERITANYA??? qo’ ngomong mulu dari tadi yah !!!
(-) hehehe… maaf, Okelah kalau begitu. Kita langsung saja ke Teeee Kaaa Pe.
>>ini dia ceritanya.
Bukan karena darah seni yang mengalir kedalam darahku yang membuatku masuk anggota tim nasyid di sekolah.
Bukan pula karena ingin tebar pesona menarik perhatian kaum hawa di sekolah, toh ternyata aku bersekolah di STM yang mayoritas adalah laki-laki kalaupun ada perempuan perbandingannya cukuplah jauh 1:1000.
Bukan pula karena himpitan ekonomi yang membuatku sekolah sambil pentas dan ikut perlombaan yang mengharapkan hadiah, toh ayahku adalah seorang pimpinan di perusahaan bonafit dan merupakan salah satu anggota dewan (hmmm, maksudnya anggota dewan kemakmuran masjid alias DKM) dan ibuku seorang dokter (bagi anak-anaknya).
Bukan juga aku adalah anak yang broken home yang mencari ketenangan diluar rumah.
(+) banyak cing-cong. TERUS APAAN DONK??? Seniman enggak, tebar pesona enggak, orang susah bukan, broken home juga engak.
(-) JUSTRU ITU,, saya juga enggak tahu. Sabar kenapa sich?? Dassar orang Indonesia (hahahaha)
>>lanjut ke cerita
Tepat didepan sekolahku ada perempatan lampu merah. Banyak yang mengais rezeki disana, ada yang menjajakan minuman,rokok, koran dan sebagainya. Ada pula bocah2 lusuh yang membawakan lagu entah apah karena memang suaranya serak-serak basah hanya sekedar ingin mendapatkan kepingan rupiah untuk biaya sekolah katanya mah.
Tak akan aku salahkan kedua orang tuanya. Jikalau orangutanya mampu tak mungkin rasanya mereka menelantarkan anak2nya pikirku mendalam.
Aku pun salut dengan semangat, perjuangan serta pengorbanan yang dilakukan oleh mereka. Kalau boleh memilih mungkin itu bukanlah pilihan mereka tapi apa boleh buat??. Bisa dibilang jerih payah yang mereka lakukan bukanlah mereka yang menikmati sendiri, ada adik yang masih belia.
Bila dibandingkan dengan diriku rasanya amatlah jauh. Terkadang rasa malu terhadap diriku sendiri sering muncul kala melihat atau memikirkan mereka. Ingin sekali rasanya dekat dengan mereka akan tetapi aku datang sebagai apa??? “ Ya Rabbi,, janganlah engkau ganti aku dahulu dengan generasi yang baru sebelum aku berbuat sesuatu yang baik di zamanku”.
>>hari berganti hari…
“assalamu’alaikum akh azis…” ucap kakak kelasku yang menjabati ketua ristekmen (remaja islam teknologi menengah) yah bisa disebut rohis disekolah.
“wa’alaikum salam wr.wb” sahutku.
“antum pulang sekolah ada acara tak??? Kalau enggak,, entar ikut ana yah” senyum2 sambil memaksa dia berujar.
“hhm, insya Alah yah kak, emang’y ada apa sich kak?” tanyaku penasaran.
“mau bagi2 pahala, oke nanti ana tunggu di masjid jam 2 jangan ampe telat. Assalamu’alaikum…” langsung ngacir kaya petasan roket.
“wa’alaikum salam…” mau bagi2 pahala???
Emangnya dia udah kebanyakan apa?? Atau akunya yang kekurangan?? Ahh entahlah tapi aku langsung paham akan maksudnya bagi2 tugas da’wah sekolah yang harus dipikul bersama-sama.
>>pukul 14:00 di masjid sekolah
Nampak dari kejauhan beberapa sahabat2 (arie,fidri,fiki,hapid,arief,taufik,agung,agus,tejo) yang seangkatan denganku sepertinya juga sedang menunggu. mungkin mereka juga mendapatkan amanah yang sama denganku.
Diantaranya ada yg sedang menunaikan shalat, tilawah serta mengulang pelajaran yang barusan diberikan oleh cek gu (betul, betul, betul). Kalau aku sendiri sich memilih di halaman masjid dengan angin yang sepoi-sepoi. Maklum habis dari bengkel mesin, bisa di bilang neraka sekolahan. Puanassse puuooll.
Mana nech orangnya?? qo’ belum nongol2 juga yah. Wah hampir setengah jam nih,, ini nihh yang di sebut PENYESALAN DATANG DULUAN.
“hmm, sepertinya itu dia” gumamku. Jalannya yg khas, menyalami setiap orang yg berpas-pasan dengannya.
Memikul tas yg besar serta menenteng buku2 tugas dan juga buku absen dengan baju seragam yang dimasukkan. tak terlihat sedikitpun seperti anak STM pada umumnya. Dengan jenggot tipis, tidak berkumis, walau kantongnya tipis, tetap aktivis…..
“assalamu’alaikum,, udah lama zis? Tegurnya.
“wa’alaikumsalam, baru qo…. Baru pengen pulang” jawabku selengean.
“hehehe, afwan yah tadi ada pelajaran tambahan. Mana yang lain???” tanyanya.
“itu kak….” jawabku singkat sambil menunjuk kedalam masjid.
THE END
Bismillah
Untuk murabbi dan kawan2 q di bumi Allah
segala puji hanya untukNYA
yang telah mempertemukan qt dalam masa lalu yang indah
yang menumbuhkan bibit cinta dalam hati qt
yang telah menguatkan tangan qt dalam berangkulan
yang memberikan qt kasih sayang untuk saling melindungi
dan menjaga cinta kita untuk saling merindui
indah q ingat masa lalu qt saat qt belajar bersama
Siapa itu Allah, Nabi Muhammad, apa itu Islam, Iman, Ihsan
celana abu2 berseragam putih, dan wajah wajah polos qt selalu merindukan lingkaran ilmu itu (ta’lim ba’da jum’at)
banyak hal yang telah qt dapatkan, dan itu telah menjadi bekal untuk mengarungi arus kehidupan,
aq ingat, qt pernah menangis bersama saat bermuhasabah
tertawa saat bermalam bersama
bahkan berkelahi dalam masjid (namanya juga anak2)
qt bernasyid bersama,
Kadang2 pulang ampe sore buat mempersiapkan acara,
Di omelin senior, guru udah menjadi hal biasa (namanya juga belajar, ya kalau salah wajar)
pokoknya selalu bersama. . .
Tak terasa akhi, qt sudah besar, kau juga murabbi q, telah menjadi orang yang sangat hebat,
aku bangga pernah menjadi muridmu
adakalany ku ingin kembali, tapi kita jauh, jauh sekali,
qt telah menempuh hidup masing masing, kegiatan masing masing,
entahlah
masihkah qt sekuat dulu,
semoga doa qt bisa mempersatukan qt semua, kembali,
arie, hapid, fiki, fidri, arief, agung, agus, taufik, tejo
uhibbu ilaikum,
terkhusus murabbi pertama ku, kak akbar,,,makasih bangett bimbingannya selama ini :p
Makasih juga bwt kakak2 / adik2 ristekmen,,
Makasih juga buat mentor2 PPU yang tak pernah lelah (ga bisa disebutin atu-atu, entar ke ge’eran)
dan yg terakhir makasih buat kak.bob0y yg udah kasih nama tim ini. walaupun ga pake kompromi lg sama kami :)
Sekian dan terima kasih.
NB: tuh kan gak nyambung ceritanya,,, hehehe :D

ahaiii
BalasHapus