Generasi 70,80,90’an adalah masa keemasan begitu orang banyak katakan.
Sedangkan generasi setelahnya adalah kehampaan anggapan orang sebagian.
Mereka selalu membanggakan dan membanding-bandingkan
Padahal memang sudah tidak relevan dizaman sekarang.
Pun yang dibandingkan hanyalah mainan, jajanan sampai tontonan.
Bukan sesuatu ide-ide besar yang harusnya dikedepankan.
Bukankah generasi sekarang adalah adik-adik kita, anak-anak kita?
Iya paling tidak mereka adalah generasi masa depan yang menjadi tumpuan harapan.
Kalau kita selalu membanggakan tentang mainan, jajanan dan tontonan dengan generasi sekarang
Maka apa kata orang-orang yang lahir era 20,30,40’an tentang generasi 80 dan 90’an?
“baru maen tembak-tembakan pakai pelepah pisang, gw nih perang beneran melawan penjajahan”.
“sekolah ributin soal pulpen, pensil, penghapus yang legendaris. Generasi gw itu pakai kapur yang nulisnya dipapan batu. Tiap harinya dihapus dan langsung dihafalkan”
“boro-boro bisa nonton tv, bla bla bla..”
Kalau selalu nyinyirin anak-anak sekarang karena masalah gadget di tangan.
Bukankah mereka melihat orang tuanya, kakaknya yang main dihadapan.
Siapa orang tuanya dan kakaknya?, yaitu generasi 80, 90’an.
Nostalgia boleh-boleh saja tapi jangan sampai nyinyir pada generasi mendatang
Kakak kelas saya pernah berkata waktu disekolahan
“angkatan yang berhasil adalah yang membuat adik kelas dibawahnya jauh lebih berhasil dari angkatannya” !!


0 komentar:
Posting Komentar