"kamu itu orang yang paling keras kepala dan paling sulit yang pernah aku kenal. tapi jika aku harus
tepat tanggal 25 juni kemarin, Bpk. BJ Habibie berulang tahun. Itu
artinya sekarang usia beliau tepat 80 tahun. Kalau ditanya tentang sosok
beliau tentu yang terlintas adalah pesawat terbang, presiden, jenius.
Pun demikian dengan saya, kalau ditanya tentang Habibie, jawabannya
adalah sama.
Sekilas saya teringat. Setelah tidak lagi menjabat presiden, beliau tinggal bersama isteri dan anak-anaknya di Jerman.
Publik tidak tahu lagi tentang kiprah dan kehidupannya, sampai datang
masa itu. ya, berpulangnya isteri beliau 'Hasri Ainun Habibie' kehadapan
sang pencipta.
Kepergian ibu Ainun memberikan luka yang mendalam
bagi Habibie. Hal ini terbukti dengan beredarnya puisi cinta Habibie
untuk Ainun. Yang membuat haru bagi siapa saja yang membacanya.
Berikut puisinya seperti ini;
"Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena aku tahu
bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian
adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian
hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan
kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu
membuatku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya dan
tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan
panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis
selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar
kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu
sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih
yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah
mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan
aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku".
-Bacharuddin Jusuf Habibie-
Meskipun usianya saat ini terbilang senja, namun cinta pada kekasihnya masih sama. Fajar yang menghangatkan.
Puisi tersebut lantas menginspirasi dunia drama indonesia untuk
mengangkatnya ke layar lebar. Film ini diambil dari karya Habibie
sendiri.
Jadi seandainya sekarang saya ditanya tentang sosok Habibie, maka jawaban saya adalah..
"SUAMI JENIUS YANG ROMANTIS"
Serang, 27 Juni 2016